Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (Ranham) Tahun 2026 Dengan Tema “Generasi Muda Peduli Ham Menjadi Pelopor Penegakan Kemanusiaan”
Di tengah pesatnya arus digitalisasi, peran generasi muda kini tidak lagi hanya sebatas konsumen informasi, melainkan ujung tombak perubahan sosial. Hal ini menjadi sorotan utama dalam agenda Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RanHAM) yang digelar oleh Bagian Hukum Setdako Pontianak pada hari Kamis, tanggal 16 April 2026 di Ruang Rapat Walikota Pontianak dengan tema "Generasi Muda Peduli HAM: Menjadi Pelopor Penegakan Kemanusiaan", yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasisi dari perwakilan kampus yang ada di Kota Pontianak. Kegiatan ini bertujuan membekali kaum muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga martabat manusia.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Aksi.
Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Walikota bidang Hukum dan Politik, Elsa Risfadona, yang menekankan bahwa RanHAM bukan sekadar dokumen birokrasi, melainkan panduan nyata bagi pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi hak-hak dasar warga negara. Generasi muda, yang dikenal kritis dan adaptif, diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai HAM ke dalam aksi sehari-hari, mulai dari lingkungan terkecil hingga ruang digital.
"HAM bukan hanya urusan meja hijau atau ruang sidang. HAM adalah bagaimana kita menghargai perbedaan di media sosial, menolak perundungan (bullying), dan berani bersuara untuk mereka yang terpinggirkan," ujar narasumber utama dalam diskusi tersebut, Safaruddin Harefa, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak.
Pilar Utama RanHAM bagi Generasi Muda
Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan empat kelompok sasaran utama dalam RanHAM periode terbaru yang sangat relevan dengan dinamika pemuda saat ini:
· Perlindungan Perempuan: Memastikan ruang publik dan digital aman dari pelecehan.
· Hak Anak: Menjamin akses pendidikan dan perlindungan dari eksploitasi.
· Penyandang Disabilitas: Mendorong inklusivitas dalam dunia kerja dan fasilitas umum.
· Masyarakat Adat: Melestarikan identitas di tengah modernisasi.
Menjadi Pelopor di Era Digital
Mengapa generasi muda harus menjadi pelopor? Karena tantangan HAM masa kini kian kompleks. Isu-isu seperti hate speech, penyebaran data pribadi, hingga diskriminasi algoritma memerlukan ketajaman etika yang dimiliki oleh generasi digital native.
Sebagai pelopor penegakan kemanusiaan, anak muda diharapkan dapat melakukan tiga hal berikut:
· Edukasi: Menjadi literatur berjalan bagi rekan sebaya mengenai batasan hak dan kewajiban.
· Advokasi: Memanfaatkan platform media sosial untuk menggalang solidaritas kemanusiaan.
· Inovasi: Menciptakan solusi berbasis teknologi untuk mempermudah akses layanan publik bagi kelompok rentan.
Membangun Masa Depan yang Inklusif
Penutup dari kegiatan ini memberikan pesan kuat bahwa penegakan HAM adalah lari estafet. Keberhasilan RanHAM sangat bergantung pada sejauh mana generasi muda bersedia terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan kebijakan yang berkeadilan.
Dengan semangat kepeloporan, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga penulis sejarah di mana setiap individu hidup berdampingan dengan rasa aman, adil, dan bermartabat.
#GenerasiPeduliHAM
#RanHAM2026
#PeloporKemanusiaan
#HAMUntukSemua